-->

Iklan

CITA SVARA INDONESIA Mendukung Sepenuhnya Kedaulatan Musik Indonesia di Negeri Sendiri

Ali Amran
06 Maret 2026, 2:17 PM WIB Last Updated 2026-03-06T07:17:27Z


Jakarta, mediaberita6 - Menjelang peringatan Hari Musik Nasional yang jatuh setiap 9 Maret, semangat untuk memperkuat ekosistem musik Indonesia kembali digaungkan. Hari Musik Nasional sendiri telah diperingati sejak 2013, setelah ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013 yang ditandatangani Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono.


Penetapan Hari Musik Nasional bertujuan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik Indonesia, sekaligus mendorong rasa percaya diri dan motivasi para insan musik untuk terus berkarya dan mengharumkan nama bangsa di tingkat nasional maupun internasional. Tahun 2026 menandai peringatan yang ke-13 sejak hari bersejarah tersebut ditetapkan.


Dalam momentum tersebut, komunitas musik Cita Svara Indonesia (CSI) memperkenalkan diri kepada publik dengan mengusung tagline “Beda Masa Satu Rasa.” Sebuah gagasan yang menegaskan bahwa zaman boleh berubah, generasi boleh berganti, namun rasa dan kecintaan terhadap musik tetaplah sama.


CSI merupakan wadah yang dihuni oleh para pelaku aktif dalam ekosistem musik Indonesia—musisi, penyanyi, produser, hingga pekerja kreatif—yang sebagian besar telah berkecimpung di industri musik sejak era 1980–1990-an. Dengan pengalaman panjang itu, mereka sepakat menyatukan visi, misi, dan energi untuk berkontribusi lebih besar bagi masa depan musik Indonesia.


Melalui organisasi ini, para anggotanya berkomitmen menjadikan musik Indonesia tidak hanya sebagai ekspresi budaya, tetapi juga sebagai kekuatan industri yang mampu berkembang secara berkelanjutan. CSI juga mendorong terciptanya kolaborasi yang sehat di antara para pelaku musik di seluruh Indonesia, sekaligus membuka jalan bagi karya-karya anak bangsa untuk lebih dikenal di panggung dunia.


Bagi CSI, musik bukan sekadar hiburan. Musik adalah kekuatan yang mampu memajukan bangsa. Keberagaman musik Indonesia—dari Sabang hingga Merauke—dipandang sebagai modal besar untuk menembus pasar global dan memperkuat identitas budaya Nusantara.


Di tengah derasnya arus budaya global yang perlahan memengaruhi selera publik, keberadaan musik Indonesia dinilai perlu terus diperkuat agar tidak kehilangan jati dirinya. Karena itu, CSI memandang penting adanya upaya bersama untuk menjaga kedaulatan budaya melalui musik.




Sinergi Pelaku Musik dan Pemerintah

CSI juga menekankan pentingnya sinergi antara para pelaku musik, ekosistem industri, dan pemerintah. Kolaborasi strategis dengan kementerian terkait dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi musik Indonesia, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional.


Melalui kerja sama yang solid, musik Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar bagi karya-karya mancanegara, tetapi juga mampu tampil sebagai kekuatan kreatif yang aktif bersaing di industri musik global.


Momentum Hari Musik Nasional 2026 diharapkan menjadi titik awal bagi semakin kuatnya kolaborasi di antara para pelaku musik Indonesia. Sinergi tersebut diyakini akan membuka peluang lebih besar bagi karya-karya musisi Tanah Air untuk bergema lebih luas di dunia.


CSI pun menyampaikan apresiasi kepada insan pers Indonesia yang terus memberi ruang dan perhatian terhadap perkembangan musik nasional.


Salam Musik Indonesia

Adapun sejumlah tokoh yang tergabung dalam Cita Svara Indonesia antara lain: Connie Constantia, Peter Frits Momor, Harry Koko Santoso, Jimmy Turangan, Maria Elizabeth, Lodewiyk Cornelis Ticoalu, Tony TSA, Boetje Tenda, Taraz Bistara, Hendrik Agustinus Siagian, Erby Dwitoro, Oleg Sanchabakhtiar, Setiadi Darmawan, Firdaus Fadlil, dan Gideon Momongan. (AA)

Komentar

Tampilkan

Terkini