-->

Iklan

Menjaga Cahaya Peradaban: Seruan Menggali Kekayaan Seni Budaya Islam Indonesia

Ali Amran
17 Maret 2026, 5:29 AM WIB Last Updated 2026-03-16T22:29:05Z

Jakarta, Mediaberita6 — Malam itu, suasana kebersamaan terasa hangat dalam acara buka puasa bersama yang digelar oleh Kementerian Kebudayaan dengan budayawan SNKI, PFI, HORISON dan HASBI di Jakarta. Di tengah nuansa Ramadan yang penuh refleksi, para tokoh seni, budayawan, dan pegiat kebudayaan berkumpul bukan hanya untuk berbagi hidangan, tetapi juga untuk merawat warisan budaya yang telah lama hidup dalam tradisi masyarakat Indonesia: seni budaya Islam.


Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, yang menyampaikan pesan penting tentang peran strategis komunitas seni dalam menjaga dan menghidupkan kembali kekayaan budaya Islam Nusantara.


Menurutnya, seni budaya Islam merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Dari sastra hingga musik, dari kaligrafi hingga seni pertunjukan, nilai-nilai spiritual dan estetika yang terkandung di dalamnya telah ikut membentuk karakter peradaban masyarakat Indonesia selama berabad-abad.


“Pengurus HSBI harus lebih banyak menggali dan mempublikasikan seni budaya Islam. Kekayaan ini sangat besar dan tersebar di berbagai daerah,” ujar Fadli Zon. Ia menekankan bahwa ragam ekspresi budaya tersebut tidak hanya menyimpan nilai keindahan, tetapi juga mengandung pesan moral, spiritual, dan kearifan lokal yang penting bagi generasi masa kini.


Dalam pandangannya, dokumentasi dan publikasi menjadi kunci agar seni budaya Islam tidak berhenti sebagai tradisi lokal yang hanya dikenal di lingkungan terbatas. Melalui berbagai medium—mulai dari buku, film dokumenter, hingga platform digital—warisan budaya tersebut dapat diperkenalkan kepada generasi muda yang hidup di era teknologi.


Malam kebudayaan itu pun terasa semakin hidup ketika sejumlah tokoh seni tampil membagikan karya mereka. Penyair legendaris Taufik Ismail, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina HSBI, membacakan puisi yang sarat dengan nuansa spiritual dan semangat kebangsaan. Sementara itu, seniman dan aktivis budaya Neno Warisman menghadirkan penampilan seni yang memperkaya suasana dengan sentuhan ekspresi budaya yang khas.


Panggung kebudayaan juga diramaikan oleh Sekretaris Jenderal HSBI Abrori Djabbar, Ketua Bidang Musik HSBI Uyung Mahagenta, serta budayawan Ali Sun Guen yang menampilkan karya dan ekspresi seni mereka. Pertunjukan tersebut seolah menjadi gambaran kecil dari luasnya spektrum seni budaya Islam yang hidup di tengah masyarakat.


Acara ini turut dihadiri berbagai komunitas budaya seperti Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Persatuan Filateli Indonesia (PFI), serta komunitas sastra Horison. Kehadiran lintas organisasi tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan kerja bersama dan ruang kolaborasi yang luas.



Lebih dari sekadar pertemuan silaturahmi, malam itu menjadi momentum penting untuk memperkuat jaringan antar pelaku seni budaya. Harapannya, kolaborasi yang terjalin dapat melahirkan karya-karya baru yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu berdialog dengan perkembangan zaman.


Dengan penguatan dokumentasi, publikasi, serta kerja sama antar komunitas, kekayaan seni budaya Islam Indonesia diharapkan semakin dikenal luas—bukan hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber inspirasi bagi masa depan kebudayaan nasional. (AA)

Komentar

Tampilkan

Terkini