-->

Iklan

Transformasi Christian Bale Jadi Frankenstein di The Bride!, Terinspirasi Sid Vicious dan Richey Edwards

Media Berita6
20 Maret 2026, 8:09 AM WIB Last Updated 2026-03-20T01:16:33Z

Jessie Buckley, Christian Bale and director Maggie Gyllenhaal on the set of ‘THE BRIDE!’ CREDIT: Niko Tavernise / Warner Bros. Pictures UK

Mediaberita6 - Aktor papan atas Christian Bale mengungkap pendekatan uniknya dalam memerankan karakter Frankenstein dalam film The Bride! yang disutradarai oleh Maggie Gyllenhaal. Dalam proyek ini, Bale mengaku mengambil inspirasi kuat dari ikon punk seperti Sid Vicious dan Richey Edwards.


Dalam wawancara bersama NME, Bale menjelaskan bahwa musik memainkan peran besar selama proses produksi film tersebut. Gyllenhaal bahkan mendorong para pemain, termasuk Jessie Buckley yang memerankan The Bride, untuk mengumpulkan dan membagikan lagu-lagu yang memengaruhi interpretasi karakter masing-masing.


Bale menyebut dirinya banyak terinspirasi oleh musik punk “murni” dalam membangun karakter Frankenstein, atau yang ia sebut sebagai Frank. Ia mengaku mendengarkan berbagai band seperti The Osees, The Pogues, hingga Spacemen 3 untuk memperkaya dimensi emosional karakter tersebut.


Sementara itu, Buckley memilih pendekatan berbeda dengan mendalami karya-karya dari Spiritualized. Bale pun memuji lawan mainnya tersebut sebagai “penyanyi luar biasa” yang mampu membawa nuansa unik ke dalam perannya sebagai The Bride.


Pengaruh punk tak hanya terasa dalam akting, tetapi juga pada tampilan visual karakter Frank. Bale menyebut gaya ikonik Sid Vicious dengan jaket putihnya dalam film The Great Rock 'n' Roll Swindle sebagai salah satu referensi utama. Selain itu, aksi kontroversial Richey Edwards yang mengukir tulisan “4 Real” di lengannya turut memberikan inspirasi emosional.


Salah satu adegan yang paling mencuri perhatian dalam film ini adalah tarian ballroom yang tidak biasa. Bale mengaku bahwa meski ia menyukai menari, dirinya bukanlah penari andal. Karena itu, ia mengembangkan koreografi unik yang bahkan terinspirasi dari pengalaman pribadi melihat simpanse di kebun binatang San Diego.


Menurut Bale, tarian tersebut bukan sekadar gerakan artistik, melainkan bentuk ekspresi protes yang berujung pada revolusi emosional karakter Frank. Adegan itu menjadi simbol kelahiran kembali Frank setelah mengalami penolakan mendalam dari sosok idolanya dalam cerita.


Dalam film tersebut, Frank diceritakan bertemu dengan idolanya, Ronnie Reed yang diperankan oleh Jake Gyllenhaal. Namun, pertemuan itu tidak berjalan seperti yang diharapkan. Frank merasa hancur karena idolanya tidak mengenalnya, menciptakan konflik batin yang kuat.


Menariknya, Bale mengaku dirinya tidak memiliki keinginan untuk bertemu langsung dengan idolanya di dunia nyata. Ia lebih memilih menikmati karya seni mereka dari kejauhan. “Saya tidak perlu bertemu mereka. Yang penting adalah karya mereka,” ujarnya, menegaskan kecintaannya pada seni sebagai sumber inspirasi utama.


Meski demikian, Bale membenarkan rumor bahwa dirinya pernah menghadiri konser Harry Styles di Kia Forum, Los Angeles pada 2022. Ia datang untuk menyaksikan penampilan pembuka dari Ben Harper, namun tetap mengapresiasi keseluruhan pertunjukan Styles sebagai pengalaman yang luar biasa.


Dilansir dari NME, Bale menyebut beberapa album yang tak bisa ia lepaskan dari hidupnya, termasuk Hell’s Ditch milik The Pogues, Bummed dari Happy Mondays, serta Lazer Guided Melodies dan Pure Phase dari Spiritualized. Ia menegaskan bahwa musik adalah elemen paling penting dalam hidupnya, bahkan menjadi alat utama dalam proses aktingnya. (Go.ens)

Komentar

Tampilkan

Terkini