-->

Iklan

FORWAN, 12 Tahun Menjaga Nyala di Tengah Ujian

Media Berita6
21 April 2026, 4:21 PM WIB Last Updated 2026-04-21T09:24:52Z

Mediaberita6 - Tanggal 21 April menjadi penanda yang tak sekadar simbolik. Di hari itulah, dua belas tahun silam, FORWAN diproklamasikan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Sebuah momentum yang lahir dari semangat, idealisme, dan keyakinan bahwa organisasi wartawan ini bisa menjadi ruang bersama bagi insan pers yang berintegritas.


Sebagai penggagas sekaligus salah satu pendiri, saya tak pernah benar-benar membayangkan perjalanan ini akan sampai pada titik usia 12 tahun. Bukan karena pesimis, melainkan karena sejak awal, jalan yang dilalui sudah dipenuhi tantangan. Ujian datang silih berganti, bahkan ketika organisasi ini baru menapaki usia empat tahun, satu per satu pendiri mulai menepi. Alasan mereka beragam—atau mungkin tak pernah benar-benar terungkap. Hingga hari ini, jawaban pasti atas kepergian itu masih menjadi tanda tanya.


Praktis, dari lingkaran pendiri awal, hanya saya yang masih bertahan. Sebuah posisi yang tidak mudah, namun justru menghadirkan ruang refleksi: bahwa bertahan bukan soal siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang bersedia terus berjalan meski sendiri. Dan hari ini, meski tidak lagi lengkap seperti awal berdiri, kondisi FORWAN justru terasa lebih stabil dan terarah.


Membangun organisasi, apalagi organisasi wartawan, bukan perkara sederhana. Banyak yang mengatakan bahwa wartawan adalah kumpulan orang-orang cerdas dengan integritas tinggi. Pernyataan itu bisa menjadi kekuatan, tetapi juga tantangan besar. Salah mengelola, organisasi bisa bubar. Terlalu dikencangkan, muncul perlawanan. Terlalu dilonggarkan, arah menjadi tak menentu. Di situlah seni memimpin diuji—menjaga keseimbangan di antara ego, idealisme, dan tujuan bersama.


Keraguan terhadap kepemimpinan saya pun bukan hal baru. Saya menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan. Namun perjalanan 12 tahun ini menjadi bukti bahwa FORWAN tetap melangkah. Bukan tanpa cela, bukan tanpa luka, tetapi dengan tekad yang terus diperbarui.


Satu hal yang kini menjadi perhatian utama adalah kaderisasi. Sebuah organisasi tidak bisa bergantung pada satu atau dua orang saja. Regenerasi adalah napas panjang yang menentukan apakah FORWAN akan terus hidup atau perlahan redup. Upaya ke arah itu sudah dilakukan, meski hasilnya belum sepenuhnya terlihat. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diperjuangkan.


Dua belas tahun bukan waktu yang singkat. Ia adalah akumulasi dari jatuh bangun, kepergian dan kedatangan, juga harapan yang terus diperjuangkan. FORWAN hari ini adalah cermin dari keteguhan untuk tetap ada, meski badai tak pernah benar-benar reda.

Dan perjalanan ini, tampaknya, masih jauh dari selesai. (Soetrisno Buyil)

Komentar

Tampilkan

Terkini