-->

Iklan

MUI Serukan Penghentian Agresi Global dan Penegakan Hukum Internasional

Media Berita6
02 April 2026, 6:12 PM WIB Last Updated 2026-04-03T11:22:18Z

Mediaberita6Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya eskalasi konflik global yang berdampak luas terhadap kemanusiaan. Situasi tersebut dinilai telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta memperburuk krisis kemanusiaan di berbagai wilayah dunia.


Sebagai respons atas kondisi tersebut, MUI secara resmi menerbitkan Taujihat Nomor: Kep-40/DP-MUI/IV/2026 tentang Penghentian Agresi, Penegakan Hukum Internasional, dan Keadilan Kemanusiaan. Dokumen ini menjadi bentuk seruan moral dan keagamaan kepada masyarakat internasional untuk segera mengambil langkah konkret dalam meredakan konflik.


PRESS STATEMENT MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI)

Taujihat MUI tentang Penghentian Agresi, Penegakan Hukum Internasional dan Keadilan Kemanusiaan


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik global yang telah menimbulkan korban jiwa, kehancuran infrastruktur, serta krisis kemanusiaan yang meluas di berbagai kawasan dunia.


Sebagai respons atas kondisi tersebut, MUI menerbitkan Taujihat Nomor: Kep-40/DP-MUI/IV/2026 tentang Penghentian Agresi, Penegakan Hukum Internasional, dan Keadilan Kemanusiaan sebagai seruan moral dan keagamaan kepada dunia internasional.


Taujihat ini diharapkan menjadi seruan bersama untuk mewujudkan dunia yang damai, adil, dan berkeadaban.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Jakarta, 1 April 2026

Humas Sekretariat Jenderal

Majelis Ulama Indonesia



Dalam pernyataan resminya, MUI menekankan pentingnya penghentian segala bentuk agresi yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal. Selain itu, MUI juga mendorong penegakan hukum internasional secara adil dan konsisten guna menjaga stabilitas global.


Lebih lanjut, MUI mengajak seluruh elemen dunia, termasuk pemerintah, lembaga internasional, dan masyarakat sipil, untuk bersatu dalam mewujudkan tatanan dunia yang damai, berkeadilan, dan beradab. Taujihat ini diharapkan dapat menjadi pedoman moral dalam menghadapi dinamika konflik global yang semakin kompleks.


Melalui seruan ini, MUI menegaskan komitmennya dalam mendukung nilai-nilai perdamaian dan kemanusiaan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama masyarakat dunia. (Red)

Komentar

Tampilkan

Terkini