Jakarta, Mediaberita6 – Partai Masyumi menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah yang kian meluas, khususnya perang balasan Iran terhadap agresi Amerika Serikat dan Israel. Situasi ini dinilai berpotensi memicu konflik global yang jauh lebih destruktif serta membawa dampak ekonomi dan sosial yang serius, termasuk ancaman krisis bagi Indonesia.
Di tengah situasi tersebut, Partai Masyumi juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon dibawah naungan PBB. Peristiwa ini dinilai sebagai alarm serius bagi kedaulatan dan kehormatan bangsa Indonesia.
Sikap dan Pandangan Strategis
Partai Masyumi menegaskan sejumlah prinsip utama dalam menyikapi konflik global saat ini:
1. Tegas Membela Kemanusiaan dan Bangsa yang Dijajah
Partai Masyumi menegaskan bahwa segala bentuk penjajahan harus dihapuskan, sejalan dengan amanat UUD 1945. Oleh karena itu, kedaulatan Palestina dan Iran sebagai negara yang terdampak agresi harus dihormati dan dilindungi sebagai bagian dari prinsip keadilan global.
2. Penegakan Hukum Internasional Tanpa Standar Ganda
Agresi militer yang menargetkan rakyat sipil dan pemimpin negara berdaulat dinilai sebagai pelanggaran serius hukum internasional. Partai Masyumi mendesak agar komunitas global, termasuk PBB, bertindak tegas mengakhiri praktik impunitas dan membawa pelaku kejahatan perang ke pengadilan internasional.
3. Akhiri Hegemoni dan Intervensi Asing
Keberadaan militer asing di Timur Tengah, khususnya Amerika Serikat, dinilai sebagai akar ketidakstabilan kawasan. Partai Masyumi menyerukan penarikan seluruh pasukan dan pembongkaran pangkalan militer asing demi menciptakan keseimbangan dan perdamaian yang mandiri.
4. Penghapusan Sanksi terhadap Iran
Sanksi ekonomi terhadap Iran dinilai sebagai bentuk tekanan tidak adil yang melanggar prinsip kesetaraan antarnegara. Penghapusan embargo dianggap penting untuk memulihkan stabilitas kawasan dan membuka ruang kontribusi Iran dalam peradaban global.
5. Penguatan Peran Dunia Islam melalui OIC
Partai Masyumi mendorong penguatan organisasi negara-negara Islam (OIC) agar menjadi kekuatan geopolitik yang solid. Indonesia dinilai memiliki peran strategis untuk memimpin transformasi organisasi tersebut menjadi kekuatan kolektif yang berpengaruh.
6. Diplomasi Bebas-Aktif Berbasis Keadilan
Indonesia diharapkan tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas-aktif, dengan memperkuat posisi sebagai penyeimbang global yang berani membela keadilan dan kedaulatan bangsa-bangsa tertindas.
Tuntutan Partai Masyumi
Sebagai bentuk konkret dari sikap tersebut, Partai Masyumi menyampaikan sejumlah tuntutan:
-
Pemerintah Indonesia diminta memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada almarhum Praka Farizal Rhomadhon atas pengabdiannya.
-
Mendesak pemerintah untuk aktif di PBB dalam menekan Amerika Serikat dan Israel agar menghentikan agresi, menarik pasukan dari Timur Tengah, serta mempertanggungjawabkan tindakan mereka di forum hukum internasional.
-
Mendorong pemerintah Indonesia untuk keluar dari Board of Peace (BoP) sebagai bentuk tekanan diplomatik terhadap Amerika Serikat dan Israel.
-
Meminta pemerintah memperkuat diplomasi dan konsolidasi dengan negara-negara anggota Organisation of Islamic Cooperation (OIC) guna membangun aliansi strategis di bidang pertahanan dan pembangunan.
Partai Masyumi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpijak pada konstitusi dan nilai-nilai kemanusiaan, serta tidak terjebak dalam pragmatisme politik global yang merugikan kepentingan bangsa.
Dewan Pimpinan Pusat Partai Masyumi
Dr. Ahmad Yani, SH.
Ketua Umum
MH Samsudin Dayan, SH., M.Si
Sekretaris Jenderal