-->

Iklan

Ngobrol Santai di Camajaya FM, Wartawan Senior Musa Sanjaya Kupas Hoaks hingga Tantangan Jurnalis Era Digital

Ali Amran
22 Juni 2026, 5:42 AM WIB Last Updated 2026-06-21T22:42:25Z


Jakarta
Mediaberita6 - Di tengah gempuran media digital yang membuat banyak stasiun radio harus menghentikan siarannya, Radio Camajaya 102,6 FM membuktikan bahwa radio masih memiliki tempat di hati masyarakat. Dengan terus berinovasi melalui siaran interaktif dan konten yang relevan, radio yang telah mengudara lebih dari setengah abad ini tetap eksis dan menjadi ruang diskusi yang inspiratif.


Hal itu terlihat dalam program “Ngobrol Bareng Santai Sore” yang tayang langsung setiap Sabtu pukul 16.00–17.00 WIB. Pada edisi Sabtu (20/6/2026), program yang dipandu penyiar senior Mas Kelik ini menghadirkan wartawan hiburan senior sekaligus pengurus Seni dan Budaya PWI Kota Depok, Musa Sanjaya, sebagai narasumber utama.


Bertempat di studio Camajaya FM, kawasan Kayu Putih VI, Jakarta Timur, perbincangan berlangsung hangat, santai, namun sarat informasi. Berbagai isu yang tengah menjadi perhatian publik dibahas, mulai dari perkembangan media sosial, budaya dan seni di Kota Depok, maraknya berita hoaks, hingga profesionalisme wartawan di era digital.


Dalam kesempatan tersebut, Musa Sanjaya menyoroti perubahan besar yang terjadi dalam cara masyarakat mengonsumsi informasi. Menurutnya, media sosial memang memberikan kemudahan akses informasi secara cepat, namun di sisi lain juga menjadi lahan subur penyebaran informasi yang belum tentu benar.


“Kecepatan informasi harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat untuk memverifikasi kebenarannya. Jangan mudah percaya dan langsung menyebarkan informasi tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu,” ujar Musa.


Sebagai wartawan yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik, Musa juga menyoroti berbagai hoaks yang kerap beredar di tengah masyarakat, khususnya terkait isu bencana, kriminalitas, hingga persoalan sosial dan pemerintahan. Ia mengingatkan pentingnya mengandalkan informasi dari media yang kredibel dan terverifikasi.


Tak hanya membahas fenomena media sosial, Musa juga mengulas tantangan profesi wartawan yang kini semakin kompleks. Menurutnya, seorang jurnalis modern tidak cukup hanya memiliki kemampuan menulis berita, tetapi juga harus memahami kode etik jurnalistik, melakukan verifikasi data secara ketat, serta menjaga independensi dalam setiap karya yang dihasilkan.


Ia menegaskan bahwa Uji Kompetensi Wartawan (UKW) menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme insan pers. “Melalui UKW, wartawan dapat mengukur kemampuan profesionalnya sesuai standar yang ditetapkan Dewan Pers. Ini penting agar produk jurnalistik yang dihasilkan berkualitas dan dipercaya masyarakat,” jelasnya.


Sementara itu, Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah, menyambut positif kolaborasi antara Camajaya FM dan PWI Depok. Menurutnya, program seperti ini dapat menjadi sarana edukasi yang bermanfaat, baik bagi wartawan maupun masyarakat luas dalam memahami dunia jurnalistik yang sehat dan bertanggung jawab.


Di tangan Mas Kelik, suasana diskusi berlangsung cair dan penuh keakraban. Berbagai fenomena yang menjadi perhatian publik turut diangkat, membuat acara terasa dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.


Melalui program “Ngobrol Bareng Santai Sore”, Camajaya 102,6 FM kembali menunjukkan perannya sebagai media yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu menghadirkan ruang dialog yang mencerdaskan. Di tengah derasnya arus informasi digital, program ini menjadi pengingat bahwa literasi media dan jurnalisme profesional tetap menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. (red)

Komentar

Tampilkan

Terkini