Mediaberita6 - Setelah lebih dari tiga dekade menjadi bagian penting dalam industri pertelevisian Indonesia, keluarga besar alumni Indosiar kembali berkumpul dalam Reuni Akbar Ikan Terbang. Bertempat di Ballroom Twin Plaza Hotel Jakarta, acara yang digelar pada Jumat malam ini menjadi ajang silaturahmi, nostalgia, serta perayaan perjalanan panjang para insan yang pernah berkarya di bawah ikon layar kaca “ikan terbang”.
Reuni ini dihadiri ratusan alumni dari lintas divisi, mulai dari Produksi, ART, News, Marketing, Keuangan, Traffic, Pasca Produksi, Studio, MCR, EFP, Teknik, Corporate Secretary, Peduli Kasih, hingga berbagai departemen lainnya. Kehadiran para alumni AFI, Kondang In beserta juri dan sejumlah artis yang pernah mewarnai program-program populer Indosiar turut menambah hangatnya suasana.
“Di kantor bukan hanya tempat bekerja, tapi rumah kedua bagi kami. Di sana kami tumbuh, berkarya, dan membangun ikatan persaudaraan yang tetap kuat hingga kini,” ujar Atoek Faturahman, Ketua Panitia Reuni, mengenang masa keemasan kebersamaan di lingkungan kerja.
Banyak alumni yang hadir merupakan bagian dari sejarah Indosiar sejak masa pra-siaran. Mereka pernah terlibat dalam produksi berbagai program unggulan yang melejitkan nama Indosiar, antara lain AFI, Gebyar BCA, Kuis Siapa Berani, Tersanjung, Tembang Kenangan, Patroli, SARAS 008, LUPUS, dan deretan program monumental lainnya.
“Saya bangga menjadi bagian dari karya monumental di industri televisi,” tutur Cosmas, alumni Departemen ART, yang mengenang masa-masa penuh kreativitas dalam dunia produksi.
Kini, para alumni telah menempuh perjalanan karier yang beragam. Ada yang tetap berkarya di dunia televisi, sementara lainnya merambah industri film, konsultan media, biro iklan, dunia akademik, hingga mendirikan rumah produksi. Meski telah berbeda profesi, semangat kekeluargaan “Ikan Terbang” tetap hidup kuat di hati mereka.
Elvi Zubay, alumni program **Kondang In, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. “Saya merasa kembali mengenang masa-masa indah mengawali karier sebagai artis dangdut dan dikenal luas melalui Indosiar,” ujarnya dengan bangga.
Cerita unik juga datang dari Hans Utama, yang mengenang pengalamannya saat pertama kali bekerja. “Waktu masuk, saya disuruh HRD cukur rambut karena gondrong. Namanya juga karyawan baru, ya nurut. Tapi setelah tumbuh panjang lagi, nggak pernah ditegur. Mungkin sudah paham kalau saya seniman,” kenangnya sambil tertawa.
Selain menjadi ajang temu kangen, Reuni Akbar Ikan Terbang juga diharapkan menjadi wadah saling berbagi inspirasi antar alumni dan memperluas jejaring profesional. Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, reuni ini menegaskan bahwa hubungan kekeluargaan alumni Indosiar akan terus “terbang tinggi”, sejalan dengan filosofi ikon ikan terbang yang melambangkan semangat kerja, kreativitas, dan persaudaraan tanpa batas. (Buyil)


.jpeg)
