-->

Iklan

Universitas Nasional Anugerahkan Prof. Hon kepada Fadli Zon

Media Berita6
12 Februari 2026, 11:38 AM WIB Last Updated 2026-02-13T06:09:37Z

Dokumentasi : Kementerian Kebudayaan/Heri Budi Santoso dan Vidhy Fellizano Sfinoza


Mediaberita6,  Jakarta - Universitas Nasional resmi menganugerahkan gelar Profesor Kehormatan (Prof. Hon) kepada Fadli Zon dalam Sidang Terbuka Senat Akademik yang digelar di Auditorium kampus tersebut, 11 Februari 2026. Pengukuhan ini menjadi bentuk penghargaan akademik tertinggi atas kontribusi Fadli Zon dalam pengembangan kebudayaan, pendidikan, dan pemikiran kebangsaan.


Keputusan pemberian gelar tersebut ditetapkan setelah melalui proses evaluasi akademik yang komprehensif. Pihak universitas menilai rekam jejak intelektual, integritas, kepakaran, serta kiprah kebudayaan yang dijalankan Fadli Zon memiliki dampak luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.


Rektor Universitas Nasional, El Amry Bermawi Putera, menyatakan bahwa penganugerahan Profesor Kehormatan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk pengakuan institusional atas dedikasi panjang dalam merawat sejarah dan memperkuat identitas bangsa. Menurutnya, kebudayaan harus menjadi arus utama dalam strategi pembangunan Indonesia.


Ia menegaskan, konsistensi Fadli Zon dalam mengangkat isu literasi budaya, pelestarian warisan sejarah, hingga diplomasi kebudayaan menunjukkan keselarasan dengan visi besar universitas. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, sejalan dengan pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana sebagai pendiri kampus yang memandang kebudayaan sebagai fondasi kemajuan bangsa.

Dokumentasi : Kementerian Kebudayaan/Heri Budi Santoso dan Vidhy Fellizano Sfinoza


Dalam orasi ilmiahnya, Fadli Zon mengangkat tema penguatan identitas Indonesia di tengah percaturan global. Ia menekankan pentingnya upaya reinventing Indonesian identity untuk menegaskan kembali posisi strategis Nusantara dalam lintasan sejarah peradaban dunia.


Menurutnya, berbagai temuan arkeologis dan jejak sejarah membuktikan bahwa kawasan Nusantara memiliki kontribusi penting dalam evolusi manusia dan perkembangan peradaban. Indonesia, kata dia, tidak sekadar entitas politik modern, tetapi juga entitas peradaban yang memiliki akar historis panjang.


Ia juga memperkenalkan konsep Indonesia sebagai civilizational-state yang bertumpu pada megadiversity. Keragaman etnis, bahasa, tradisi, dan adat istiadat dipandang sebagai modal strategis dalam memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi dan politik kebudayaan global.


Fadli Zon menekankan bahwa kebudayaan harus ditempatkan sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Dalam pandangannya, budaya berfungsi sebagai kompas moral sekaligus ruang solusi atas berbagai tantangan sosial, politik, dan ekonomi yang dihadapi bangsa di era globalisasi.


Pertimbangan akademik atas gelar Profesor Kehormatan ini juga mencakup kiprah Fadli Zon sebagai akademisi dan penulis produktif. Ia tercatat pernah mengajar di Universitas Indonesia dan aktif sebagai dosen di Universitas Nasional sejak 2018, serta menghasilkan lebih dari 40 buku dan sejumlah karya ilmiah di bidang politik dan kebudayaan.


Komitmennya dalam pelestarian sejarah turut diwujudkan melalui pendirian Fadli Zon Library dan pengelolaan berbagai inisiatif kebudayaan yang menyelamatkan ribuan artefak serta naskah kuno. Acara pengukuhan ini dihadiri sejumlah pejabat negara dan tokoh nasional, di antaranya Zulkifli Hasan dan Yusril Ihza Mahendra. Menutup pidatonya, Fadli Zon menyampaikan apresiasi kepada sivitas akademika Universitas Nasional dan menegaskan kembali komitmennya untuk menjadikan kebudayaan sebagai pilar utama peradaban dan persatuan Indonesia. (Go.ens)

Komentar

Tampilkan

Terkini