-->

Iklan

Reuni 40 Tahun Alumni SMA Muhammadiyah 6 Slipi 1986, Dari Nostalgia hingga Komitmen Bangun Kepedulian

Ali Amran
12 Juli 2026, 9:40 PM WIB Last Updated 2026-07-12T14:40:36Z

 


Jakarta, Mediaberita6 - Empat puluh tahun bukan waktu yang singkat. Namun, jarak dan kesibukan tidak mampu menghapus ikatan persahabatan Alumni SMA Muhammadiyah 6 Slipi Jakarta Barat angkatan 1986. Hal itu terlihat dalam Reuni Akbar yang berlangsung hangat dan penuh keakraban, mempertemukan kembali teman-teman yang telah lama menempuh jalan hidup masing-masing.


Ketua Panitia Reuni, Mirato Tukija, mengatakan acara tersebut disiapkan secara sederhana. Namun, tingginya antusiasme alumni membuat reuni berlangsung meriah dan penuh cerita.


"Empat puluh tahun sudah kita berpisah. Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk bertemu lagi. Rasanya seperti kembali ke masa SMA, hanya saja sekarang rambut sudah banyak yang memutih," kata Mirato sambil tersenyum.


Ia mengaku sempat terkejut saat dipercaya menjadi ketua panitia sekaligus bendahara. Meski demikian, kerinduan untuk berkumpul dengan teman-teman membuatnya menerima tanggung jawab tersebut.


"Yang paling membahagiakan adalah bisa duduk bersama, mengenang masa sekolah, dan melihat teman-teman dalam keadaan sehat," ujarnya.


Salah seorang alumni, Fahyul Rizal, menjelaskan reuni kali ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan 40 tahun kelulusan. Berbeda dengan reuni sebelumnya yang digelar di vila milik salah satu alumni, kali ini lokasi dipindahkan ke aula apartemen agar dapat menampung lebih banyak peserta.


"Momentum empat dekade ini ingin dirasakan bersama sebanyak mungkin teman-teman. Karena itu kami memilih tempat yang lebih mudah dijangkau," katanya.


Di tengah suasana penuh nostalgia, muncul gagasan yang mendapat perhatian para peserta. Alumni Sutrisno Buyil mengajak seluruh angkatan menjadikan reuni sebagai awal membangun organisasi yang memiliki manfaat sosial.


Ia mengusulkan pembentukan yayasan atau koperasi alumni yang dapat menjadi wadah membantu rekan-rekan seangkatan yang mengalami kesulitan ekonomi maupun membutuhkan dukungan untuk memulai usaha.


"Silaturahmi ini akan lebih bermakna kalau bisa melahirkan program nyata. Misalnya membantu modal usaha atau memberikan bantuan kepada teman-teman yang sedang mengalami kesulitan," ujar Sutrisno.


Usulan tersebut langsung memperoleh apresiasi dari peserta reuni. Neneng Mulyani menilai ide tersebut menjadi langkah positif agar kebersamaan alumni tidak hanya terasa saat reuni, tetapi juga memberi manfaat sepanjang waktu.


Selain penuh haru, reuni juga dipenuhi gelak tawa. Pada sesi berbagi kenangan, Sutrisno mengingat kembali peristiwa lucu ketika masih duduk di bangku kelas dua SMA.


Kala itu, ia bersama Mirato Tukija dan Safari Basuki melaksanakan salat Ashar berjamaah. Karena tidak ada yang berani menjadi imam, Safari akhirnya maju memimpin. Namun, tanpa disadari, salat yang seharusnya empat rakaat justru menjadi lima rakaat.


Cerita tersebut langsung mengundang tawa seluruh peserta. Safari pun hanya bisa tersenyum sambil berkata, "Trisno masih ingat saja kejadian itu."


Reuni Akbar Alumni SMA Muhammadiyah 6 Slipi Jakarta Barat angkatan 1986 akhirnya menjadi lebih dari sekadar temu kangen. Pertemuan ini menjadi bukti bahwa persahabatan yang terjalin sejak masa sekolah tetap terpelihara, sekaligus melahirkan semangat baru untuk saling membantu dan memberi manfaat bagi sesama alumni. (Red) 

Komentar

Tampilkan

Terkini