![]() |
| Dr. Helvy Tiana Rosa, S.S., M.Hum. meraih penghargaan Book of the Year dalam ajang IKAPI Awards 2026. |
Mediaberita6. Jakarta - Buku kumpulan cerpen Gaza: Suatu Malam di Jakarta karya Dr. Helvy Tiana Rosa, S.S., M.Hum. meraih penghargaan Book of the Year dalam ajang IKAPI Awards 2026.
Dalam daftar penerima IKAPI Awards 2026, Gaza: Suatu Malam di Jakarta tercatat sebagai penerima kategori Book of the Year, dengan Pustaka Obor Indonesia sebagai pihak yang mengusulkan buku tersebut.
Selain dikenal sebagai sastrawan, akademisi, dan pendiri Forum Lingkar Pena (FLP), Dr. Helvy Tiana Rosa, S.S., M.Hum. juga merupakan pengurus Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) sebagai Ketua Bidang Sastra. Keterlibatannya dalam organisasi tersebut menjadi bagian dari kiprahnya dalam mengembangkan sastra serta memperkuat peran seni dan budaya Islam di Indonesia.
Melalui bidang sastra HSBI, Helvy memiliki ruang untuk turut mendorong perkembangan karya sastra yang mengandung nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, moral, dan kebudayaan. Perannya sejalan dengan perjalanan kepengarangannya yang selama ini banyak menghadirkan tema sosial, kemanusiaan, dan nilai-nilai spiritual dalam berbagai karya.
Penghargaan Book of the Year IKAPI Awards 2026 yang diraih melalui buku Gaza: Suatu Malam di Jakarta menjadi salah satu pencapaian terbaru dalam perjalanan kreatif Helvy Tiana Rosa. Karya tersebut sekaligus memperlihatkan keterlibatannya dalam menyuarakan persoalan kemanusiaan melalui sastra.
Sebagai Ketua Bidang Sastra HSBI, pencapaian ini juga menjadi kabar membanggakan bagi keluarga besar Himpunan Seni Budaya Islam, sekaligus menambah catatan kiprah pengurus HSBI dalam dunia sastra Indonesia.
Penghargaan untuk Buku yang Mengangkat Kisah Palestina
IKAPI sebelumnya menjelaskan bahwa kategori Book of the Year diberikan kepada buku yang memiliki popularitas dan penerimaan luas serta memberikan dampak positif kepada pembaca maupun masyarakat. Penganugerahan IKAPI Awards dilakukan setiap tahun pada pembukaan Indonesia International Book Fair.
![]() |
| Gaza: Suatu Malam di Jakarta |
Kemenangan Gaza: Suatu Malam di Jakarta , menambah catatan perjalanan buku yang baru diterbitkan pada 2026 tersebut. Buku ini diterbitkan oleh PT Pustaka Obor Indonesia dan memiliki ISBN 978-623-8771-59-2. Data penerbit mencantumkan buku tersebut sebagai kumpulan cerpen dengan jumlah 169 halaman, sementara data bibliografi Google Books mencatat 157 halaman. Perbedaan jumlah halaman tersebut kemungkinan berkaitan dengan format atau pencatatan bibliografis yang berbeda.
Gaza: Suatu Malam di Jakarta merupakan kumpulan 18 cerpen bertema Palestina. Buku tersebut lahir dari perhatian panjang Helvy Tiana Rosa terhadap persoalan Palestina yang telah ia tuliskan melalui berbagai bentuk karya sastra.
Menurut informasi penerbit, cerpen-cerpen dalam buku tersebut ditulis dalam rentang 2023–2026. Latar cerita tidak hanya berada di Gaza, tetapi juga mencakup sejumlah tempat seperti Yerusalem, Washington, dan Jakarta.
Penerbit menggambarkan buku ini sebagai karya yang berupaya menghadirkan persoalan Palestina melalui pengalaman manusia, bukan sekadar angka atau slogan. Cerita-cerita di dalamnya mengangkat ingatan, kehidupan, kehilangan, penderitaan, serta persoalan kemanusiaan yang berkaitan dengan konflik Palestina.
Keterangan mengenai jumlah 18 cerpen juga disampaikan dalam pemberitaan mengenai peluncuran buku tersebut. Helvy disebut menyusun seluruh cerpen itu selama sekitar tiga tahun, sejak 2023 hingga 2026. Cerpen pertama ditulis di Depok pada Desember 2023, sedangkan cerpen terakhir ditulis di kawasan Masjid Al-Aqsa pada akhir September 2025.
Bagi Helvy Tiana Rosa, Palestina bukan tema yang baru muncul dalam karya terbarunya. Penerbit mencatat bahwa sejak berusia 18 tahun pada 1988, ketika Intifada Pertama berlangsung, Helvy telah menjadikan Palestina sebagai salah satu ruang kesaksian kreatifnya.
Pengalaman tersebut hadir dalam berbagai bentuk karya, mulai dari puisi, cerpen, novel hingga drama dan kegiatan kebudayaan. Gaza: Suatu Malam di Jakarta kemudian menjadi salah satu karya terbaru yang secara khusus menghimpun cerpen-cerpen tentang Palestina.
Helvy juga menjelaskan bahwa ia sebelumnya telah menulis banyak karya tentang Palestina, tetapi belum pernah menerbitkan antologi cerpen Palestina yang seluruhnya ditulis olehnya sendiri. Karena itu, kumpulan 18 cerpen tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kepengarangannya.
Salah satu ciri yang ditonjolkan penerbit dalam buku ini adalah penggunaan riset dalam membangun cerita. Arsip sejarah, laporan medis, serta kesaksian penyintas disebut menjadi bagian dari bahan yang diolah ke dalam cerita.
Dengan pendekatan tersebut, pengalaman masyarakat Palestina tidak hanya ditempatkan sebagai latar konflik, tetapi menjadi bagian dari persoalan manusia yang lebih luas. Cerita bergerak dari pengalaman individu dan kehidupan sehari-hari menuju persoalan mengenai ingatan, kekerasan, kehilangan, serta martabat manusia.
Dalam sebuah pemberitaan mengenai buku tersebut, sastrawan Sasti Gotama juga menyebut karya Helvy sebagai bagian dari upaya menghadirkan narasi alternatif mengenai Palestina. Ia menilai Helvy konsisten mengangkat persoalan konflik Palestina melalui karya sastra sebelumnya.
Gaza: Suatu Malam di Jakarta merupakan salah satu dari tiga buku sastra Helvy Tiana Rosa yang diperkenalkan dalam acara peluncuran dan diskusi di lingkungan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta.
Dua buku lainnya adalah Kota-Kota yang Tertidur di Pangkuan Rindu, kumpulan puisi, serta Berpuisi Sampai Mati: Seni Menulis, Membaca, dan Menghidupkan Puisi, yang membahas pengalaman menulis dan membaca puisi. Acara tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan sastrawan, antara lain Dr. Rahmi Yulia Ningsih, Maman S. Mahayana, dan Rahmadiyanti Rusdi.
Dalam acara tersebut, Gaza: Suatu Malam di Jakarta disebut menghadirkan 18 cerpen mengenai Palestina. Kritikus sastra Maman S. Mahayana juga memberikan apresiasi terhadap buku tersebut dan menyebutnya sebagai salah satu kumpulan cerpen terbaik Indonesia. Pernyataan itu merupakan penilaian pribadi dari kritikus yang dikutip dalam pemberitaan, bukan penilaian resmi IKAPI.
Helvy Tiana Rosa merupakan sastrawan sekaligus akademisi yang telah menghasilkan lebih dari 100 buku dalam berbagai genre. Ia merupakan lulusan Sastra Indonesia Universitas Indonesia, memperoleh gelar magister bidang Ilmu Susastra dari Universitas Indonesia, dan doktor bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra dari Universitas Negeri Jakarta.
Ia juga dikenal sebagai salah satu pendiri Forum Lingkar Pena (FLP) pada 1997 dan saat ini tercatat sebagai dosen di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta. Profil resminya mencatat sejumlah penghargaan yang pernah diterimanya di bidang kepenulisan, seni, dan pemberdayaan masyarakat.
Karya Gaza: Suatu Malam di Jakarta sendiri tercatat dalam basis data SINTA sebagai buku yang diterbitkan Pustaka Obor Indonesia pada 2026 dengan ISBN 9786238771592.
Penghargaan untuk Helvy diumumkan bersamaan dengan sejumlah penerima IKAPI Awards 2026 lainnya. Penerima penghargaan tahun ini antara lain Brian Khrisna untuk kategori Writer of the Year, Puty Puar untuk Literacy Promoter, Andi Muhammad Akbar untuk Rookie of the Year, Whispers of the Shadow karya M. Sutandi dengan ilustrasi Gratiani B. Pratita untuk Children's Book of the Year, serta Mitigasi Kultural: Pengetahuan Lokal Kebencanaan Masyarakat Sumatra Barat karya Yose Hendra untuk Local Content of the Year.
IIBF 2026 sendiri mengusung tema “Read Today, Lead Tomorrow”. Ketua Panitia IIBF 2026, Wedha Stratesti Yudha, menyebut penyelenggaraan pameran tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bacaan bermutu, membangun reading society, memperkuat industri penerbitan nasional, sekaligus membuka jalur kolaborasi dan pasar internasional bagi konten Indonesia.
Tahun ini, IIBF juga menghadirkan Indonesia Rights Fair (IRF), yang menurut penyelenggara diikuti sekitar 125 peserta dari 93 lembaga penerbit atau agensi yang berasal dari 18 negara. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong internasionalisasi karya dan konten Indonesia melalui transaksi hak cipta, penerjemahan, jejaring, dan kerja sama lintas negara.
Raihan Book of the Year IKAPI Awards 2026 menempatkan Gaza: Suatu Malam di Jakarta sebagai salah satu karya yang mendapat apresiasi dalam industri perbukuan Indonesia pada tahun ini.
Buku yang diterbitkan Pustaka Obor Indonesia tersebut membawa persoalan Palestina ke dalam bentuk cerita pendek dengan latar dan pengalaman manusia yang beragam. Melalui 18 cerpen, Helvy Tiana Rosa mengolah tema Palestina dalam perspektif sastra dan kemanusiaan, sekaligus melanjutkan konsistensinya menulis mengenai Palestina sejak akhir 1980-an.
Penghargaan tersebut diumumkan pada momentum IIBF 2026, sebuah forum yang mempertemukan pembaca, penulis, penerbit, ilustrator, komunitas literasi, pustakawan, lembaga pendidikan, pemerintah, serta pelaku industri kreatif dari Indonesia dan mancanegara. (Red)

