-->

Iklan

Lee Biscuits, Legenda Biskuit Marie yang Menemani Lintas Generasi, Kini di Ambang Akhir Perjalanan?

Media Berita6
25 Oktober 2026, 2:47 PM WIB Last Updated 2026-10-25T07:48:20Z
Ilustrasi editorial 'Lee Biscuits'


Mediaberita6 - Kabar mengejutkan datang dari Lee Biscuits, produsen biskuit legendaris yang dikenal lewat biskuit Marie, crackers, hingga biskuit manis warna-warni. Setelah 92 tahun perjalanan, perusahaan ini dikabarkan akan menutup pabriknya di Johor, Malaysia, pada akhir Oktober 2026. Sebuah kabar yang mengingatkan kita bahwa di balik camilan sederhana, tersimpan sejarah panjang industri dan kenangan lintas generasi.


Ada sesuatu yang istimewa dari biskuit Marie. Bentuknya bulat, pinggirannya berukir, dengan tulisan khas di bagian tengah. Rasanya sederhana, tidak berlebihan, tetapi justru itulah yang membuatnya mudah dikenang.


Bagi sebagian orang, biskuit Marie adalah teman minum teh pada sore hari. Bagi yang lain, camilan ini mengingatkan pada masa kecil, bekal sekolah, atau toples biskuit di rumah nenek. Biskuit yang tampak biasa itu ternyata menyimpan cerita panjang tentang selera, tradisi, dan perjalanan sebuah industri makanan.


Salah satu nama yang ikut membangun sejarah biskuit tersebut adalah Lee Biscuits, perusahaan yang telah dikenal selama puluhan tahun di kawasan Asia Tenggara.

Namun, pada Oktober 2026, nama perusahaan ini kembali menjadi perhatian publik bukan semata-mata karena produknya, melainkan karena kabar penutupan pabrik yang telah lama beroperasi di Pontian, Johor, Malaysia.


Berawal dari Singapura, Lee Biscuits Menapaki Perjalanan Panjang

Lee Biscuits didirikan pada 1934 oleh Lee Kong Chian, seorang pengusaha dan filantropis yang dikenal di kawasan Asia Tenggara. Perusahaan ini memulai sejarahnya di Singapura sebelum kemudian memindahkan kegiatan produksinya ke Malaysia.


Menurut laporan The Straits Times pada 22 Oktober 2026, perusahaan tersebut telah melewati perjalanan selama 92 tahun. Perpindahan operasinya ke Malaysia dilakukan pada 1955, sementara fasilitas produksinya kemudian berpindah ke Tampoi, Johor Bahru, pada 1995, dan ke Pontian pada 2005.


Perjalanan itu memperlihatkan bagaimana sebuah perusahaan makanan berusaha menyesuaikan diri dengan perkembangan industri, kebutuhan pasar, serta perubahan lokasi dan strategi produksi.


Selama bertahun-tahun, Lee Biscuits membangun reputasi melalui produk-produk yang dekat dengan keseharian konsumen. Bukan hanya biskuit Marie, tetapi juga crackers, banana puff, lemon puff, iced gem biscuits, dan sejumlah varian biskuit lainnya.


Produk-produk tersebut memiliki karakter berbeda, tetapi menawarkan satu hal yang sama: camilan praktis yang bisa dinikmati dalam berbagai suasana.


Biskuit Marie, Si Sederhana yang Sulit Dilupakan

Di antara berbagai produknya, biskuit Marie menjadi salah satu nama yang paling mudah dikenali.

Biskuit ini mempunyai karakter rasa manis ringan, tekstur renyah, dan bentuk yang khas. Tidak perlu lapisan cokelat tebal atau isian krim untuk membuatnya menarik. Justru kesederhanaan itulah yang membuat biskuit Marie memiliki tempat tersendiri di hati penggemarnya.

Di banyak rumah, biskuit jenis ini kerap disajikan bersama kopi, teh, atau susu. Sebagian orang menikmatinya langsung, sementara yang lain memilih mencelupkannya ke dalam minuman hangat hingga teksturnya sedikit melunak.


Dalam perkembangan kuliner modern, biskuit Marie juga kerap digunakan sebagai bahan dasar aneka hidangan penutup, mulai dari puding hingga lapisan dasar kue.


Lee Biscuits sendiri menyebut bahwa produk klasik seperti Marie, Banana Puff, dan Lemon Puff diperkenalkan pada rentang 1940–1960. Perusahaan itu juga menyatakan tetap mempertahankan resep tradisional untuk produk-produk klasiknya.


Bukan Sekadar Camilan, tetapi Bagian dari Budaya Populer

Popularitas biskuit legendaris tidak hanya ditentukan oleh rasa. Ada faktor kebiasaan, keterjangkauan, kemudahan penyajian, dan kenangan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.


Biskuit Marie adalah contoh bagaimana produk sederhana dapat bertahan dalam ingatan konsumen. Bentuk dan rasanya mudah dikenali, sementara cara menikmatinya tidak membutuhkan persiapan rumit.


Dalam budaya populer, makanan semacam ini sering menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini. Generasi yang dahulu menikmatinya bersama keluarga dapat memperkenalkannya kembali kepada anak-anak mereka.


Meski demikian, penting membedakan popularitas jenis biskuit Marie secara umum dengan popularitas merek Lee Biscuits secara khusus. Biskuit Marie diproduksi oleh berbagai perusahaan di berbagai negara. Karena itu, keberadaan biskuit Marie di pasaran tidak otomatis berarti produk tersebut berasal dari Lee Biscuits.


Pembedaan ini penting, terutama bagi konsumen yang ingin mengetahui asal-usul produk yang mereka beli.


Oktober 2026: Kabar Penutupan Pabrik di Johor

Kabar terbaru mengenai Lee Biscuits menjadi sorotan setelah sejumlah media melaporkan bahwa pabrik perusahaan tersebut di Pontian, Johor, akan ditutup pada akhir Oktober 2026.


Laporan The Straits Times, Channel NewsAsia, dan AsiaOne pada 22 Oktober 2026 menyebutkan bahwa penutupan tersebut berkaitan dengan restrukturisasi kelompok usaha induknya.


Kelompok usaha itu dikabarkan akan meninggalkan bisnis manufaktur makanan ringan untuk mengonsolidasikan aset dan memusatkan perhatian pada kegiatan usaha intinya, termasuk perkebunan karet dan kelapa sawit.


Menurut laporan yang sama, pemasok dan pelanggan telah menerima pemberitahuan mengenai penghentian produksi sejak September 2026.


Pihak manajemen juga dilaporkan menggelar penjualan penghabisan stok selama sekitar dua pekan. Persediaan biskuit yang tersedia diberitakan telah habis terjual.


Kabar tersebut terasa penting karena Lee Biscuits bukan pemain baru dalam industri makanan. Perusahaan ini telah melewati berbagai perubahan ekonomi, perkembangan teknologi produksi, dan pergeseran selera konsumen selama hampir satu abad.


Namun, hingga laporan-laporan tersebut diterbitkan, belum ada kepastian mengenai rencana produksi berikutnya bagi merek tersebut. Penutupan pabrik juga tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh produk Lee Biscuits sudah tidak tersedia di pasaran.


Mengapa Perusahaan Legendaris Bisa Menghentikan Produksi?

Penutupan sebuah pabrik tidak selalu berarti produknya kehilangan penggemar. Dalam dunia bisnis, keputusan seperti ini dapat dipengaruhi oleh perubahan strategi perusahaan, prioritas investasi, efisiensi operasional, dan pertimbangan keuntungan jangka panjang.


Dalam kasus Lee Biscuits, pemberitaan yang tersedia mengaitkan keputusan tersebut dengan restrukturisasi kelompok usaha dan pergeseran fokus ke sektor karet serta kelapa sawit.


Karena itu, tidak tepat jika penutupan ini langsung disimpulkan sebagai akibat menurunnya permintaan biskuit Marie. Tidak ada data penjualan terperinci dalam laporan yang dirujuk di sini yang cukup untuk membuktikan kesimpulan tersebut.


Yang terlihat jelas adalah adanya perubahan arah bisnis. Perusahaan atau kelompok usaha yang dahulu bergerak di bidang makanan dapat memilih untuk memusatkan sumber dayanya pada sektor lain yang dianggap lebih sesuai dengan strategi jangka panjang.


Dampaknya tidak hanya menyangkut produk di rak supermarket, tetapi juga para pekerja, pemasok, distributor, dan masyarakat yang selama bertahun-tahun berhubungan dengan kegiatan pabrik.


Bagaimana Nasib Biskuit Marie Setelah Ini?

Pertanyaan besar yang muncul adalah apakah biskuit Marie produksi Lee Biscuits masih akan dijual setelah pabrik Pontian berhenti beroperasi.


Sampai informasi yang dirujuk dalam artikel ini diterbitkan, belum ada kepastian mengenai kelanjutan produksinya. Belum dapat dipastikan pula apakah merek tersebut akan dihidupkan kembali melalui produsen lain, lisensi, atau pengaturan bisnis baru.


Konsumen sebaiknya tidak langsung menganggap seluruh biskuit Marie akan menghilang. Jenis biskuit ini dibuat oleh banyak produsen, sehingga produk sejenis tetap dapat ditemukan meskipun suatu perusahaan menghentikan produksinya.


Bagi penggemar Lee Biscuits, langkah paling bijak adalah memeriksa nama produsen, informasi pada kemasan, dan keterangan resmi perusahaan atau distributor sebelum membeli.

Di tengah perkembangan ini, pertanyaan mengenai keberlanjutan merek Lee Biscuits masih menunggu jawaban lebih lanjut.


Kenangan yang Lebih Panjang daripada Umur Sebuah Pabrik

Perjalanan Lee Biscuits memperlihatkan bahwa sebuah produk dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari selama puluhan tahun. Biskuit yang sederhana bisa melekat dalam ingatan karena hadir di momen-momen kecil: saat berkumpul bersama keluarga, menemani secangkir teh, atau menjadi camilan di sela aktivitas.


Jika pabrik Pontian benar-benar menghentikan produksinya sesuai jadwal yang diberitakan, peristiwa itu akan menjadi penanda penting dalam perjalanan bisnis Lee Biscuits. Namun, sejarah sebuah merek tidak hanya diukur dari lamanya pabrik beroperasi. Sejarah itu juga tersimpan dalam resep, kebiasaan konsumen, arsip perusahaan, dan kenangan orang-orang yang pernah menikmatinya.


Lee Biscuits kini menghadapi babak baru yang belum sepenuhnya terungkap. Sementara itu, biskuit Marie tetap menjadi bagian dari tradisi camilan yang dikenal lintas generasi. Sebab, pada akhirnya, yang membuat sebuah biskuit legendaris bukan sekadar bentuknya yang bulat atau teksturnya yang renyah. Ada kenangan, kebiasaan, dan cerita yang ikut tersimpan di setiap kepingnya. (Go.ens)


Komentar

Tampilkan

Terkini