Workshop dibuka oleh Bianca dan Tangkas Sinaga, lalu dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum Perkumpulan Tenaga Ahli Televisi dan Film Indonesia (PATFI), Adisurya Abdy. Dalam sambutannya, Adisurya menekankan bahwa kegiatan seperti workshop seharusnya tidak berhenti sebatas ajang temu bakat, melainkan berkembang menjadi wadah pendidikan yang berkesinambungan.
“Selain skill dan pengalaman, pemahaman serta dasar keilmuan tentang seni peran dan perfilman sangat penting. Industri ini menuntut kesiapan mental, intelektual, dan karakter,” ujar Adisurya.
Ia berharap ke depan New Generation Agency dapat menghadirkan kelas-kelas pembelajaran yang terstruktur dengan dukungan dan payung organisasi PATFI. Menurutnya, menjadi artis bukan semata soal wajah atau popularitas, melainkan kesadaran memilih profesi, kemampuan merawat diri, serta kemauan untuk terus belajar agar mampu bertahan di industri yang sangat kompetitif.
“Artis bisa datang dari latar belakang apa pun, formal maupun nonformal. Namun yang bertahan adalah mereka yang terus belajar, bertanya, dan mengasah kemampuannya,” tambahnya. Ia pun mengapresiasi inisiatif New Generation Agency yang dinilai sejalan dengan semangat PATFI sebagai payung besar insan perfilman Indonesia.
Pada sesi diskusi, sutradara Ivan Bandhito membahas ekosistem film dan industri hiburan, khususnya proses casting dan kesiapan aktor. Ia menegaskan bahwa pemilihan pemain bukan soal siapa yang paling berani, melainkan siapa yang paling siap.
“Di ruang casting, suasana bisa berubah ketika aktor bertemu sutradara dan produser. Deg-degan itu wajar, bahkan bagi aktor berpengalaman. Dari situ justru terlihat potensi, kelebihan, dan kekurangannya,” jelas Ivan.
Sementara itu, Fuji, selaku Owner New Generation Agency, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Workshop tersebut mendapat dukungan dari Direktorat Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, PATFI, serta Murnicare.
Melalui workshop ini, New Generation Agency berharap dapat berkontribusi melahirkan generasi baru insan perfilman Indonesia yang tidak hanya berbakat, tetapi juga berilmu, berintegritas, dan berkarakter. (red)


