-->

Iklan

Harga Rp10 Miliar Lebih Tas ‘Kulit’ Dinosaurus Pertama di Dunia Siap Dilelang, Inovasi Fashion Berbasis Sains

Media Berita6
15 April 2026, 1:26 PM WIB Last Updated 2026-04-15T06:30:04Z

Foto: Dok. Lab-Grown Leather Ltd


Mediaberita6Jakarta - Dunia fashion kembali dikejutkan dengan inovasi unik berupa tas mewah yang diklaim sebagai handbag pertama di dunia berbahan ‘kulit’ dinosaurus. Aksesori eksklusif ini menggabungkan teknologi modern, sains, dan sejarah purba dalam satu produk bernilai tinggi.

Lebih dari 66 juta tahun setelah Tyrannosaurus rex (T-Rex) punah, jejaknya kini dihidupkan kembali dalam bentuk berbeda, sebuah tas fashion premium. Material tas ini berasal dari kolagen yang dikembangkan berdasarkan fosil T-Rex, menjadikannya sebagai terobosan dalam teknologi lab-grown leather atau kulit buatan berbasis laboratorium.


Tas berwarna teal tersebut saat ini dipamerkan di Art Zoo Museum, Amsterdam. Penempatannya pun unik, yakni di atas batu dalam sebuah kurungan, tepat di bawah replika T-Rex. Pameran ini dibuka hingga 11 Mei, sebelum tas tersebut dilelang dengan estimasi harga awal lebih dari Rp10 miliar.

Foto: Dok. Lab-Grown Leather Ltd

Produk ini merupakan hasil karya rumah mode Enfin Levé, yang menambahkan sentuhan mewah berupa perak sterling dan berlian hitam. Sebagai gambaran nilai materialnya, sampel kecil berukuran 10 x 15 cm saja diperkirakan bernilai antara €10.000 hingga €20.000.


Material inovatif ini dikembangkan melalui kolaborasi antara VML, The Organoid Company, dan Lab-Grown Leather Ltd.. Prosesnya dimulai dari isolasi fragmen kolagen yang ditemukan dalam fosil T-Rex di Amerika Serikat.

Fragmen tersebut kemudian digunakan untuk merekonstruksi urutan genetik yang hilang hingga menghasilkan cetak biru kolagen lengkap. Para ilmuwan menjelaskan bahwa protein purba ini dimasukkan ke dalam sel inang untuk menghasilkan kolagen baru, yang kemudian diproses menjadi material menyerupai kulit.


CEO The Organoid Company, Thomas Mitchell, mengakui bahwa proses pengembangannya tidak mudah. “Ada banyak tantangan teknis dalam proses ini,” ujarnya.

Sementara itu, CEO Lab-Grown Leather Ltd., Che Connon, menyebut inspirasi dari T-Rex memberikan nilai tambah tersendiri. Menurutnya, produk ini bukan hanya alternatif ramah lingkungan, tetapi juga bentuk peningkatan teknologi dalam industri material.


Menggabungkan sains, sejarah, dan fashion, tas ini menjadi simbol inovasi ekstrem yang mampu mengubah material purba menjadi produk mewah. Kehadirannya membuka peluang baru dalam pengembangan industri fashion berkelanjutan di masa depan.


Meskipun produk pertama ini unik, material ini tidak dimaksudkan untuk hanya menjadi produk sekali jadi.

T-Rex Leather™ akan terus dikembangkan untuk ketersediaan komersial di masa mendatang, dengan aplikasi awal yang berfokus pada aksesori mewah.


Kolaborasi

T-Rex Leather™ telah dikembangkan melalui kolaborasi multidisiplin :

  • Lab-Grown Leather Ltd: Rekayasa jaringan tingkat lanjut, pembuatan kulit tanpa perancah, dan pengembangan material 
  • VML : Konsep kreatif, pengembangan strategis, dan pen positioning budaya
  • The Organoid Company : Rekayasa genom dan protein untuk merekonstruksi dan mengoptimalkan cetak biru biomaterial prasejarah 
  • Enfin Levé: Desain objek mewah pertama yang terbuat dari T-Rex Leather™


Seiring waktu, potensi platform yang lebih luas meluas ke bidang fesyen, otomotif, dan kategori material berkinerja tinggi lainnya.

Ini adalah salah satu ekspresi dari ambisi yang lebih besar dalam program Elemental X™ dari Lab-Grown Leather Ltd: menciptakan material kulit yang tidak meniru masa lalu, tetapi memperluas potensi kulit. (Gary Desmon)



Komentar

Tampilkan

Terkini