-->

Iklan

Ida Farida, Sutradara Perempuan Pelopor, Berpulang: Jejak Karyanya Abadi Dalam Sejarah Film Indonesia

03 September 2026, 10:55 PM WIB Last Updated 2026-09-04T01:30:01Z

Mediaberita6 - Jakarta, 3 September 2026 - Dunia perfilman Indonesia kembali kehilangan salah satu insan terbaiknya. Ida Farida, sutradara dan penulis skenario perempuan yang telah mewarnai perjalanan panjang perfilman nasional, berpulang ke Rahmatullah pada Kamis, 3 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.

Ida Farida meninggal dunia setelah menjalani perawatan karena sakit di RS Sentra Medika. Almarhumah selanjutnya disemayamkan di rumah duka, Jl. Rebana No. 73, Depok II Tengah.

Kepergian Ida Farida meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi keluarga besar perfilman Indonesia. Sosoknya merupakan bagian penting dari perjalanan para perempuan yang berkarya dan mengambil peran di balik layar industri film nasional.

Perjalanan Ida Farida di dunia perfilman dimulai dari posisi script girl, sebelum kemudian berkembang menjadi asisten sutradara. Pengalaman panjang di belakang layar tersebut mengantarkannya menjadi sutradara film panjang.

Debut penyutradaraannya melalui Guruku Cantik Sekali (1979) menjadi awal perjalanan kreatif yang kemudian melahirkan sejumlah karya. Di antaranya Busana dalam Mimpi (1980), Perawan-perawan (1981), Merenda Hari Esok (1981), Tirai Malam Pengantin (1983), Tante Garang (1983), Asmara di Balik Pintu (1984), Tak Ingin Sendiri (1985), Sabar Dulu Dong...! (1989), Semua Sayang Kamu (1989), Perempuan Kedua (1990), dan Barang Titipan (1991).

Salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kariernya hadir melalui Semua Sayang Kamu, yang berhasil meraih Piala Citra Festival Film Indonesia 1989 untuk kategori Skenario Terbaik. Film tersebut juga memperoleh nominasi untuk kategori Sutradara Terbaik dan Cerita Asli untuk Film.

Sementara itu, karya Kuberikan Segalanya (1992) turut memperoleh nominasi Cerita Asli untuk Film pada Festival Film Indonesia 1992.

Dedikasi Ida Farida terhadap perfilman nasional juga mendapatkan penghargaan. Pada Hari Film Nasional 2023, ia termasuk insan film senior yang menerima Anugerah Tali Kasih dari Badan Perfilman Indonesia (BPI) sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan kontribusinya bagi perfilman Indonesia.

Kepergian Ida Farida menjadi kehilangan bagi dunia film Indonesia. Namun, karya-karyanya akan terus menjadi bagian dari arsip sejarah sinema nasional, sekaligus menjadi jejak penting perjalanan perempuan Indonesia dalam industri perfilman.

Selamat jalan, Ibu Ida Farida.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa, kesalahan, dan kekhilafan almarhumah, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, serta menempatkan beliau dalam keadaan husnul khatimah.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Karya dan dedikasi Ibu Ida Farida akan tetap menjadi bagian dari perjalanan perfilman Indonesia.( BS)
Komentar

Tampilkan

Terkini