Mediaberita6 - Jakarta - Seni menjadi ruang perjumpaan yang menyatukan perbedaan. Semangat inilah yang dihadirkan melalui pertunjukan musikal teater “Rumah Harmoni: Seni yang Inklusif”, sebuah karya kolaboratif yang melibatkan peserta penyandang disabilitas dari Inklusi Film Indonesia dan Teater Inklusif, dengan keberagaman jenis disabilitas dan rentang usia.
Melalui pertunjukan ini, para peserta menyampaikan pesan tentang kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, penghormatan terhadap sesama, serta pentingnya memberikan akses dan kesempatan yang setara bagi setiap orang.
Acara ini akan diselenggarakan pada Senin, 2 November 2026, pukul 10.00–16.00 WIB, di JTown Food & Entertainment Center, Jalan Jatinegara Timur No. 60, Bali Mester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan menghadirkan pertunjukan musikal teater, peragaan busana, pameran lukisan dan karya kriya, bazar, serta lelang karya peserta penyandang disabilitas.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Inklusi Film Indonesia dan Teater Inklusif, dengan dukungan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, PAFINDO (Perkumpulan Artis Film Indonesia) yang diketuai Bagiono Prabowo, Quantum Futures, JTown Food & Entertainment Center, serta Transport Hub Dukuh Atas.
Kisah kebersamaan dalam keberagaman
Musikal teater “Rumah Harmoni” mengangkat kisah kehidupan masyarakat yang mampu hidup berdampingan dalam keberagaman. Sebuah kehidupan yang dibangun melalui kebersamaan, kepedulian menjaga kebersihan lingkungan, sikap saling menghormati, serta kesediaan memberikan ruang bagi setiap orang tanpa diskriminasi.
Kisah ini diperankan oleh peserta penyandang disabilitas yang tergabung dalam Inklusi Film Indonesia dan Teater Inklusif. Mereka berasal dari beragam kelompok usia dan memiliki latar belakang disabilitas yang beragam, termasuk Down syndrome, daksa, cerebral palsy, netra, disabilitas mental, autisme, dan Tuli.
Dalam satu panggung, mereka berkolaborasi melalui musik, tari, dialog, gerak, dan ekspresi teatrikal. Setiap peserta hadir dengan karakter, kemampuan, pengalaman, dan cara berekspresi masing-masing, membangun sebuah pertunjukan yang menempatkan semua orang sebagai bagian penting dari cerita.
Keberagaman usia dan kondisi disabilitas menjadi gambaran bahwa seni dapat mempertemukan siapa saja untuk belajar, berproses, dan berkarya bersama. Panggung tidak semata-mata menjadi tempat untuk tampil, tetapi juga ruang untuk membangun kepercayaan diri, mengembangkan potensi, memperluas interaksi sosial, serta menunjukkan kemampuan artistik.
Melalui “Rumah Harmoni”, penonton diajak memahami bahwa masyarakat yang harmonis bukanlah masyarakat yang menghilangkan perbedaan, melainkan masyarakat yang menghargai keberagaman dan memberikan kesempatan yang setara kepada setiap orang.
Fashion show inklusif
Selain pertunjukan musikal teater, acara ini akan menghadirkan peragaan busana yang menampilkan karya desainer Tuli Rafi Ridwan, yang akan diperagakan oleh model-model penyandang disabilitas.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa industri mode dapat menjadi ruang kreatif yang terbuka bagi semua orang. Peserta penyandang disabilitas dapat terlibat dalam kegiatan mode, menampilkan potensi, dan memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam industri kreatif.
Peragaan busana ini sekaligus menjadi ajakan kepada industri mode dan pelaku ekonomi kreatif untuk memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas, baik sebagai pencipta karya maupun sebagai model dan pelaku profesional.
Pameran, bazar, dan lelang karya peserta penyandang disabilitas
Kegiatan “Rumah Harmoni” juga menghadirkan pameran lukisan dan karya kriya atau craft, bazar produk kreatif, serta rencana lelang karya seni hasil ciptaan peserta penyandang disabilitas.
Berbagai karya tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas dapat tumbuh melalui beragam pengalaman, kemampuan, dan cara pandang. Pengunjung tidak hanya diajak menikmati karya, tetapi juga mengenal para pembuatnya dan memberikan dukungan nyata melalui apresiasi serta pembelian produk.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara ingin membuka peluang yang lebih luas bagi peserta untuk memperkenalkan karya, membangun jejaring, menjangkau pasar, dan memperoleh manfaat ekonomi dari hasil kreativitas mereka.
Seni inklusif diharapkan tidak berhenti pada kesempatan untuk tampil, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang mendukung keberlanjutan berkarya.
Membuka ruang latihan bagi peserta penyandang disabilitas
Salah satu dukungan penting dalam persiapan pertunjukan ini datang dari Transport Hub Dukuh Atas, yang telah memfasilitasi ruang latihan bagi para peserta Teater Inklusif selama satu bulan di lantai 2.
Fasilitasi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta penyandang disabilitas dari beragam usia untuk mempersiapkan pertunjukan, membangun kekompakan, mengembangkan kemampuan artistik, dan berproses bersama menuju panggung “Rumah Harmoni”.
Dukungan ruang latihan ini memperlihatkan pentingnya keterlibatan pengelola fasilitas publik dalam membuka akses bagi kegiatan seni inklusif. Ruang publik diharapkan tidak hanya dapat diakses oleh penyandang disabilitas sebagai pengunjung, tetapi juga menjadi tempat bagi mereka untuk berlatih, tampil, berpameran, dan mengembangkan potensi.
Penyelenggara berharap praktik baik ini dapat diterapkan di berbagai ruang publik lainnya di Jakarta, termasuk pusat transportasi, pusat perbelanjaan, taman kota, gedung pertunjukan, dan fasilitas kebudayaan.
Setiap orang berhak mendapatkan ruang untuk berkarya
Budi Sumarno, penggagas kegiatan ini, merupakan Founder Gerak Imajinasi Foundation, Ketua Umum Komunitas Cinta Film Indonesia (KCFI), serta pendiri Inklusi Film Indonesia dan Teater Inklusif. Melalui kiprahnya di bidang perfilman dan seni inklusif, ia mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam kegiatan seni, penciptaan karya, dan pengembangan industri kreatif.
Menurut Budi, “Rumah Harmoni” merupakan upaya menghadirkan nilai inklusi melalui proses berkarya bersama, bukan sekadar menyampaikan pesan tentang kesetaraan.
“Para peserta yang tergabung dalam Inklusi Film Indonesia dan Teater Inklusif memiliki keberagaman jenis disabilitas dan usia. Mereka datang dengan potensi, pengalaman, dan kemampuan yang berbeda, tetapi dipertemukan oleh semangat yang sama: belajar, berproses, berkarya, dan memberikan inspirasi melalui seni,” ungkap Budi.
Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas membutuhkan kesempatan nyata untuk terlibat dalam kehidupan seni dan kebudayaan.
“Harapan kami, semakin banyak ruang publik di Jakarta yang memberikan kesempatan kepada peserta penyandang disabilitas untuk berlatih, tampil, berpameran, dan memasarkan karya. Mereka bukan hanya membutuhkan apresiasi, tetapi juga akses, kesempatan, dan kepercayaan. Kesetaraan harus diwujudkan melalui tindakan nyata,” tambahnya.
Budi berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah, dunia usaha, pengelola fasilitas publik, dan masyarakat untuk membangun lingkungan seni yang semakin inklusif, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi penyandang disabilitas dari berbagai generasi.
Kegiatan ini direncanakan mengundang perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, manajemen Transport Hub Dukuh Atas, serta Komisaris Independen MRT, KRT Drs. H. Leles Sudarmanto Dipuro, M.M., M.B.A.
Kehadiran para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat dialog mengenai peran pemerintah, dunia usaha, dan pengelola fasilitas publik dalam mendukung seni yang inklusif.
Melalui kolaborasi lintas sektor, “Rumah Harmoni” diharapkan menjadi momentum untuk memperluas apresiasi terhadap karya peserta penyandang disabilitas sekaligus mendorong terciptanya ruang-ruang publik yang lebih terbuka dan aksesibel.
Masyarakat diundang untuk hadir, menyaksikan pertunjukan musikal teater, menikmati peragaan busana karya Rafi Ridwan, serta mengunjungi pameran dan bazar karya peserta penyandang disabilitas.
Sebab, harmoni bukan berarti semua orang harus sama. Harmoni hadir ketika setiap orang, dari berbagai usia dan dengan beragam kemampuan, memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi, berkarya, dan dihargai.
Rumah Harmoni: Seni yang Inklusif menjadi ajakan untuk membangun Jakarta yang tidak hanya kaya akan karya seni, tetapi juga memberikan ruang yang adil bagi setiap orang untuk tumbuh dan berkembang.
Berkarya Tanpa Batas, Setara di Atas Panggung.
Informasi kegiatan
Acara : Musikal Teater “Rumah Harmoni: Seni yang Inklusif”
Hari/Tanggal : Senin, 2 November 2026
Waktu : 10.00–16.00 WIB
Tempat : JTown Food & Entertainment Center
Jl. Jatinegara Timur No. 60, Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur
Rangkaian Acara:
Pertunjukan musikal teater,
Fashion show,
Pameran lukisan dan kriya, bazar, serta lelang karya.
Partisipasi : Terbuka untuk umum.
Informasi Kegiatan : Inklusi Film Indonesia: 0815 898 6466


