-->

Iklan

Syamsul Arifin Nahkodai SWI DKI Jakarta 2026–2031, Bawa Semangat Baru Pers Ibu Kota

Ali Amran
06 September 2026, 6:26 PM WIB Last Updated 2026-09-06T11:26:00Z

 


Jakarta, Mediaberita6— Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) resmi memiliki nakhoda baru di Ibu Kota. Syamsul Arifin ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) SWI Provinsi DKI Jakarta periode 2026–2031.


Penetapan tersebut menjadi babak baru bagi SWI DKI Jakarta dalam memperkuat profesionalisme wartawan, soliditas organisasi, sekaligus memperluas kontribusi pers kepada masyarakat.


Kepengurusan baru itu disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 153/SK-DPW/DPP-SET/IX/2026 yang ditetapkan di Jakarta, Minggu (6/9/2026).


Syamsul akan memimpin organisasi bersama jajaran pengurus dengan latar belakang dan bidang kerja yang beragam. Posisi Wakil Ketua dipercayakan kepada Yoyok Abidin dan Syahrudin Akbar.


Untuk sekretariat, Catur Widodo dan Sofi Azizah dipercaya sebagai Sekretaris, didampingi Supriadi dan Ida Firiah sebagai Wakil Sekretaris. Sementara posisi Bendahara ditempati Dina Maharani Panjaitan, dengan Evy Soviar sebagai Wakil Bendahara.


Dorong Pers Profesional dan Berintegritas

Mengemban amanah selama lima tahun ke depan, Syamsul membawa visi agar SWI tidak sekadar menjadi organisasi profesi wartawan. Lebih dari itu, SWI diharapkan menjadi ruang kolaborasi untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kualitas insan pers.


Dari Jakarta, membangun pers yang profesional, berintegritas dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Syamsul Arifin, Minggu (6/9/2026).


Visi tersebut menjadi pijakan bagi kepengurusan baru untuk menyusun program yang tidak hanya berorientasi pada penguatan organisasi, tetapi juga menjawab tantangan dunia jurnalistik di tengah perubahan teknologi dan transformasi digital.


Sejumlah departemen strategis pun dibentuk untuk menopang kerja organisasi.

Tri Cahyo Sulistyo dipercaya memimpin Departemen Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi, sementara Departemen Diklat dan Pengembangan Profesi dipercayakan kepada Jaja.


Departemen Humas dan Antar Lembaga dipimpin Achmad Syahban Lolo, sedangkan bidang Hukum dan Advokasi diemban Wempi Hendrik Obeth Ursia, S.H.


Di sektor media, Budi Santoso dipercaya memimpin Departemen Media Massa. Kemudian Departemen Sosial dan Ekonomi dipimpin Pryino Hardoko, Departemen Budaya dan Pariwisata oleh Achmad Ramdan, serta Departemen Pemberdayaan Perempuan oleh Rene Partina.


Ada pula departemen yang cukup unik, yakni Departemen Ngopi (Ngobrol Pintar & Inspiratif) yang dipercayakan kepada Diana Irawati. Departemen ini diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan dan membangun dialog yang konstruktif antara wartawan, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan.


Tak Berhenti pada Struktur

Susunan kepengurusan baru tersebut bukan sekadar pembagian jabatan. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh departemen mampu melahirkan program nyata yang dirasakan manfaatnya oleh wartawan dan masyarakat.


Bidang pendidikan dan pengembangan profesi, misalnya, diharapkan menjadi wadah peningkatan kompetensi wartawan. Sementara Departemen Hukum dan Advokasi dapat memperkuat pemahaman mengenai hukum pers sekaligus memberikan dukungan bagi insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.


Di luar isu jurnalistik, SWI DKI Jakarta juga membuka ruang kontribusi melalui bidang sosial, ekonomi, budaya, pariwisata dan pemberdayaan perempuan.


Langkah tersebut dinilai penting di tengah perubahan industri media yang semakin cepat. Wartawan kini tidak hanya dituntut mampu menyampaikan informasi secara cepat, tetapi juga harus menjaga akurasi, etika, independensi, profesionalisme dan kepercayaan publik.


Konsolidasi dan Kolaborasi

Dalam menjalankan roda organisasi, kepengurusan DPW SWI DKI Jakarta periode 2026–2031 mendapatkan pembinaan dari R. Yuniono Soehartjahjono, S.H., M.H. dan Muh. Guntur Alting, M.Pd., M.Si.


Sementara posisi penasihat dipercayakan kepada Harry A. Sirang dan Saad Budiman Lubis.


Dengan terbentuknya kepengurusan baru, konsolidasi internal dan pembangunan jejaring dengan berbagai pihak menjadi pekerjaan penting yang harus segera dilakukan.


Bagi SWI DKI Jakarta, tantangan lima tahun ke depan bukan hanya bagaimana memperkuat eksistensi organisasi, tetapi juga bagaimana memastikan kehadiran wartawan tetap relevan dan dipercaya publik di tengah derasnya arus informasi digital.


Kepemimpinan Syamsul Arifin pun diharapkan mampu membawa SWI DKI Jakarta menjadi organisasi yang lebih solid, adaptif dan progresif—hadir untuk meningkatkan kualitas wartawan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kehidupan demokrasi di Ibu Kota. (Aa) 

Komentar

Tampilkan

Terkini